Jangan hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau di bawah payung gelap masa silam.Selamatkan diri anda dari bayangan masa lalu! Apakah anda ingin mengembalikan air sungai ke hulu , matahari ke tempatnya terbit , seorok bayi ke perut ibunya, air susu ke payudara sang ibu, dan air mata ke dalam kelopak mata ? Ingatlah , keterikatan anda dengan masa lalu, keresahan Anda atas apa yng telah terjadi pada masa lalu, adalah kondisi yang sangat naif, memprihatinkan dan menakutkan. Membaca kembali lembaran pahit masa lalu, hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga Adalah bencana besar, manakala kita rela mengabaikan masa depan dan justru hanya disibukkan dengan memikirkan masa lalu. Itu sama halnya dengan mengabaikan istana-istana yang indah dengan sibuk meratapi puing-puing yang telah lapuk. Padahal betapapun seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan semua hal yang telah berlalu,niscaya mereka tidak akan mampu. Sebab yang demikian itu sudah mustahil pada asalnya. Orang yang berpikiran jernih tidak akan pernah melihat sedikitpun ke belakang. Pasalnya , angin akan selalu berhembus ke depan, air akan mengalir ke depan, setiap kafilah akan bergerak ke depan, dan segala sesuatu bergerak maju ke depan. Maka dari itu , janganlah melawan sunnah kehidupan. Published by Qisthi Press Duren Sawit Jakarta Timur Mail : qisthipress@hotmail.com
ini adalah keluarga ke 2 (dua)ku setelah keluarga bersama kedua orang tuaku dan adikku. disinilah kami berkumpul stelah yang setaun lalu pindah dan akhirnya menetap di jalan joyo pranoto no 656A, malang. sebenarnya tidak ada A nya, tapi kami sendiri lah yang menambahi alamat A, karena sebelumnya ada alamat 656 kira-kira ada 5 rumah. ditempat inilah kami berkumpul, mempunyai tujuan yang sama, yaitu : mengejar cita-cita. dirumah kontrakan yang tidak terlalu besar ini lah kita salaing berbagi, bertukar pikiran, dan bergurau. kami adalah 4 orang pelajar dari status yang berbeda, saya sendiri pelajar Univ Brawijaya, temanku ridlo (kang ridlo) biasa seperti itu kami memanggilnya dia mahasiswa UM jurusan Sastra Arab, hendrawan (iyol) dia yang paling tua diantara kami dan sudah menikah walapun sebenarnya dia adalah adikku, adik sepupuku. dan yang terakhir ma'in (intul/mak nok), dia di panggil mak nok karena sering menonton tukang haji naik bubur *ekh maaf maksud saya tukang bubur naik...