Langsung ke konten utama

Orang Asing

menuju pintu rumahmu, seperti orang asing
duduk di sofa, yang menjadi saksi bisu
berharap ada sedikit perubahan.
berjabat tangan dengan keluargamu, tapi tidak dengan kamu
hanya sekedar keluar untuk menemuiku dan menyapaku, itupun tidak kau lakukan.
memang sebegitu hina diriku, berharap lebih darimu.

hanya itu yang bisa ku lakukan memperbaiki keadaan
melakukan pertemuan yang beralasan, tanpa perbincangan basa basi yang di buat buat.
kaupun tak peduli,
lantaran apakah aku ini ?
kalau ada penjelasan, tak seperti itulah caranya menjelaskan.

keluarlah aku dari pintu rumahmu, dengan kekecawaan
berjalan menjauh, lalu pergi.
masih teringat kejadian itu, akupun menyapamu lagi dari kejauhan
melalui layar, kutuliskan apa yang kurasakan dan kukirimkan.
masih berharap suatu perubahan, ternyata tidak.

terima kasih sudah membaca pesanku, tanpa membalasnya
terima kasih untuk keluargamu yang telah menyambutku
dan maaf telah mengusik hidupmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PT. Tanjung Sarana Lestari

tanggal 1 Agustus 2016, ini tetang pengalaman pertama kali masuk dunia kerja. flight dari surabaya menuju pulau dalam peta berbentuk K, ya tepat sekali palu (sulawesi). itulah tanggal perubahan, dari menganggur akhirnya dapat kerja, dari anak mama menjadi mandiri, dari pulau jawa ke pulau sulawesi, dari teman lama berganti teman baru. dan hanya dari jomblo masih tetap jomblo itu saja yang belum berubah haha. dari palu perjalan 3 jam menujung pasangkayu, tempat dimana PT. Tanjung Sarana Lestari berada. oke sudah selesai perkenalanya, sekarang masuk ke orang orang yang pertama kutemui, Rafsanjani, sepintas kita akan teringat india mendengar nama tersebut. tapi sumpah dia orang sulawesi, makassar asli. dengan senyum khas melebarnya dan sapaan akrab rafsanjani inilah yang pertama kali menyabut saya di pulau sulawesi ini. baru pertama kali bertemu, tapi sapaan akrabnya seolah olah kita adalah teman lama yang baru jumpa kembali. saya tidak akan menceritakan rafsanjani disini, dialah ...

Mengikis Dingin, Mimpi di Puncak Bromo

sungguh perjuangan yang luar bisa, dengan hanya bermodalkan tekat baja haha,, aku brsama dengan Faris setiawan, Zainul Amrullah dan Rifqi Faqihan berangkat ke gunung bromo.. cerita menyedihkan dan menyebalkan ketika kita mau berangkat ke gunung bromo, harus di usir dulu oleh ibu kos.. soalnya kos gue yang lama ga boleh keluar lebih dari jam 10 malem cuy.. bayangkan, anak cowo loh. haha #enggak banget kan. dan akhirnya kita harus nginep di warung kopi sampe jam 12 cuy,, itu aja nunggu sampe warung kopinya tutup.. lebih parahnya lagi gue tidur di warung kopi.. bangun-bangun mata gue masih belekan.. hash, pengen tidur lagi. dengan keadaan terpaksa, akhirnya jam12 lebih berangkat menuju mount bromo.. hahaha. Ini mata gue ketika masih beleken. haha #baru nyampek di masjid probolinggo sholat isya dulu. banyak cerita, banyak kisah juga yang menyenangkan sampe yang gilani puooolll. dari dapet kenalan arek-arek blitar dan  yang puarah gue sampe kecirit pas waktu pulang dari brom...

SCIENCE STUDENTS WITH ARROGANCE

Sometimes we often underestimate things. for example, I as a student MAN CITY "Kediri" 3. as a student I am very often underestimate the lesson. especially if we can these lessons. if you have this, we often do not ever listen to the teacher explained, it was underestimated. sometimes the worst is true not polite to teachers, language kedirinya "ngentai". Like this person will never progress, never tried to keep ahead. This my story, now I really regret it. first, when I was a junior. I really liked the lessons of biology, history, and mathematics. every time the teacher explained I always felt I could, and I rarely listened to teachers explain, even I rarely noted what has been explained. although once I also had a student who looks smart in middle school. but this time I realized, it turns out I was very stupid. should from the first I listened to teachers explain. because by listening and recording, the knowledge we gain will be more useful. besides that honor ...